logo
PERADI
image

official website PERADI

Join Our Tweet

Follow LEX_institute on Twitter

Conversation

Visitors

 

eXTReMe Tracker

PENDIDIKAN KHUSUS PROFESI ADVOKAT 2012 ANGKATAN IV (23 April s.d 11 Juni 2012)

image

 

Setelah sukses dalam penyelenggaraan Angkatan ke III. LEXinstitute bekerja sama dengan 74 Law Institute MEMBUKA KEMBALI PENDAFTARAN Pendidikan Khusus Profesi Advokat angkatan IV.

 

Pendaftaran hubungi: Siddiq (085920591568)  atau Adi Febrianto (081908052001)

atau daftar online dengan klik -> DAFTAR

 

 

SILABUS MATERI PKPA ANGKATAN IV

74 Law Institute bekerja sama dengan LEXinstitute

 

No

Materi Ajar

Sesi

Pokok Bahasan

I.        Materi Dasar

1

Fungsi dan Peran Organisasi Advokat

Pengajar:

Hasanudin Nasution, SH.

 

1

1.     Sejarah dan bentuk-bentuk organisasi advokat di Indonesia

2.     Fungsi advokat dalam bantuan hukum :

a.      Pelaksana hak konstitusional

b.     Sebagai jembatan

c.      Standardisasi fungsi dan peran penegakan hukum yang dijalankan advokat.

2.

Sistem Peradilan Indonesia

Pengajar:

Tumbu Sarawati, SH.

1

1.     Lingkup Peradilan di Indonesia :

a.      Peradilan Umum

b.     Peradilan Agama

c.      Peradilan Tata Usaha Negara

d.     Peradilan Militer

e.      Peradilan Khusus

(1)    Peradilan Niaga

(2)    Peradilan Anak

(3)    Peradilan Hak Asasi Manusia (HAM)

(4)    Peradilan Pajak

(5)    Peradilan Perikanan

(6)    Peradilan Tindak Pidana Korupsi

2.     Asas-asas dan kaidah-kaidah hukum

3.     Metode Penemuan Hukum

3.

Kode Etik Profesi Advokat

Pengajar:

Leonard P Simorangkir, SH., MM.

3

1.     Substansi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat

2.     Kode Etik Advokat Indonesia

a.      Kepribadian Advokat

b.     Hubungan Advokat dengan klien

c.      Hubungan advokat dengan teman sejawat

d.     Cara bertindak menangani perkara

e.      Ketentuan tentang kode etik dan pelaksanaannya

3.     Dewan kehormatan Advokat

a.      Ketentuan umum

b.     Pengaduan dan tatacara pengaduan

c.      Prosedur pemeriksaan tingkat pertama oleh Dewan Kehormatan Cabang / Daerah

d.     Prosedur tingkat banding oleh Dewan Kehormatan Pusat

e.      Cara pengambilan keputusan oleh Dewan Kehormatan Cabang / Daerah dan Dewan Kehormatan Pusat

f.      Sanksi-sanksi terhadap pelanggaran Kode Etik Advokat Indonesia oleh Advokat

g.     Cara penyampaian salinan putusan

4.     Contoh-contoh kasus

II.      Materi Hukum Acara

1.

Hukum Acara Pidana

Pengajar:

Flora Dianti, SH, MH

3

1.     Surat Panggilan

2.     Surat kuasa penyidikan

3.     Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi tersangka

4.     Surat penangguhan penahanan (dalam hal klien akan ditahan)

5.     Acara Persidangan di pengadilan negeri

a.      Surat kuasa

b.     Panggilan sidang

c.      Pembacaan dakwaan

d.     Eksepsi

e.      Acara pemeriksaan :

(1)    Formalitas persidangan

(2)    Tahapan acara pemeriksaan di pengadilan

(3)    Cara mengajukan keberatan

(4)    Mencatat pemeriksaan saksi dan saksi ahli

f.      Pembacaan tuntutan

g.     Pledoi

h.     Replik (oleh jaksa)

i.      Duplik (oleh terdakwa atau kuasa)

j.      Acara pembacaan putusan

k.     Pengambilan putusan

l.      Menyatakan Banding

6.     Tingkat Banding

a.      Memori banding

b.     Kontra memori banding

7.     Tingkat kasasi

a.      Memori kasasi

b.     Kontra memori kasasi

8.     Peninjauan Kembali

·       Akta peninjauan kembali

9.     Contoh-contoh kasus

2.

Hukum Acara Perdata

Pengajar:

Munir Sidqon, SH, MH.

3

1.     Surat kuasa

2.     Macam-macam gugatan perdata biasa, gugatan class action/ perwakilan, gugatan legal standing, gugatan citizen law suit.

3.     Mediasi

4.     Persidangan (dalam hal perdamaian tidak tercapai) dengan kemungkinan tergugat tidak hadir :

a.      Sidang tanpa kehadiran tergugat

b.     Pembuatan akta bukti dan acara pembuktian

c.      Putusan verstek

d.     Upaya verzet

5.     Persidangan dengan dihadiri para pihak

a.      Jawaban tergugat (termasuk kemungkinan eksepsi)

b.     Replik

c.      Duplik

d.     Pembuktian, termasuk : pembuatan akta bukti, cara mencatat keterangan saksi

e.      Kesimpulan

f.      Pembacaan putusan

g.     Pengambilan keputusan

h.     Menyatakan banding

6.     Tingkat Banding (upaya hukum dan prosedur pengajuannya)

a.      Memori Banding

b.     Kontra Memori Banding

7.     Tingkat Kasasi

a.      Memori Kasasi

b.     Kontra Memori Kasasi

8.     Peninjauan kembali

·       Akta peninjauan kembali

9.     Contoh-contoh kasus.

3.

Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara

Pengajar:

Dr. Lintong O Siahaan, SH., MH.

1

1.     Surat Kuasa

2.     Gugatan

3.     Pemeriksaan persiapan dan perbaikan gugatan.

4.     Panggilan sidang

5.     Acara sidang (tingkat pertama)

      (Penundaan surat keputusan yang digugat jika permohonan dikabulkan)

a.      Jawaban

b.     Replik

c.      Duplik

d.     Acara pembuktian (termasuk pembuatan akta bukti)

e.      Kesimpulan

f.      Pembacaan putusan

g.     Pengambilan putusan

h.     Pernyataan banding

6.     Tingkat Banding

a.      Memori banding

b.     Kontra memori banding

7.     Tingkat Kasasi

a.      Memori kasasi

b.     Kontra memori kasasi

8.     Contoh-contoh kasus

4.

Hukum Acara Peradilan Agama

Pengajar:

Prof. Dr. Zulfa Djoko Basuki, SH., MH.

1

1.     Ruang lingkup pengadilan agama

2.     Dasar hukum

3.     Kompetensi pengadilan agama

4.     Prosedur dan mekanisme berperkara di pengadilan agama

5.     Produk-produk pengadilan agama : putusan dan penetapan

6.     Contoh-contoh kasus

5.

Hukum Acara Mahkamah Konstitusi

Pengajar:

Prof. Dr. H. M. Laica Marzuki, SH., MH

1

1.     Ruang lingkup kewenangan Mahkamah Konsitusi

2.     Pengertian hak uji materiil dan formal

3.     Perbedaan pengujian yang dilakukan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung

4.     Para pihak dan objek sengketa di Mahkamah Konstitusi

5.     Prosedur beracara di Mahkamah Konstitusi

6.     Format permohonan

7.     Sifat putusan Mahkamah Konstitusi

8.     Contoh-contoh kasus

6.

Hukum Acara Peradilan Hubungan Industrial

Pengajar:

Partogi Panggabean, SH.

1

1.     Pengertian dan jenis-jenis perselisihan hubungan industrial

2.     Hak-hak normatif pekerja :

a.      Hak bersifat ekonomis

b.     Hak bersifat politis

c.      Hak bersifat medis

d.     Hak bersifat sosial

3.     Kedudukan dan kewenangan Pengadilan Hubungan Industrial

4.     Mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial menurut Undang-Undang nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial

5.     Serikat Pekerja

6.     Cara penyusunan kesepakatan kerja bersama

7.     Contoh-contoh kasus

7.

Hukum Acara Persaingan Usaha

Pengajar:

HMBC Rikrik Rizkyana, SH. LLM

1

1.     Pemahaman terhadap Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Persaingan Usaha Tidak Sehat

2.     Dunia Usaha dan Persaingan Tida Sehat

3.     Penentuan dan bentuk larangan (rule of reason dan per-se illegal)

4.     Prinsip dan substansi larangan persaingan tidak sehat menurut UU Nomor 5 Tahun 1999:

a.      Perjanjian yang dilarang

b.     Kegiatan yang dilarang

c.      Penyalahgunaan peran dominan

5.     Penggabungan (merger), konsolidasi, dan pengambil alihan (acquisition)

6.     Tugas dan kewenangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)

7.     Prosedur Penanganan laporan di KPPU

8.     Mekanisme Penyelesaian dan persaingan usaha tidak sehat melalui KPPU

9.     Sifat putusan KPPU dan upaya hukumnya

10.   Contoh-contoh kasus

8.

Hukum acara Arbitrase dan Alternatif Dispute Resolution)

Pengajar:

Anita Kolopaking, SH, MH.

1

1.     Surat kuasa

2.     Pendaftaran gugatan

3.     Penunjukan/pencalonan arbiter

4.     Pemberitahuan kepada pihak lawan oleh sekretaris Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) / Badan Arbitrase ad-hoc

5.     Jawaban lawan dan penunjukan arbiter

6.     Penunjukan arbiter ketua oleh para arbiter melalu BANI, sekaligus pemberitahuan biaya arbiter kepada para pihak

7.     Acara mediasi

a.      Jika tercapai perdamaian, dibuat akta perdamaian

b.     Jika perdamaian tidak selesai dilanjutkan acara arbitrase

8.     Replik

9.     Duplik

10.   Pembuktian

11.   Kesimpulan

12.   Putusan

13.   Pendaftaran putusan di pengadilan negeri

14.   Eksekusi

 

Catatan:

Terbuka kemungkinan putusan arbitrase digugat melalui pengadilan negeri. Dalam hal demikian terjadi berlaku prosedur acara perdata umum

9.

Hukum Acara Pengadilan HAM

Pengajar:

Esther Indahyani Yusuf

1

1.     Tugas dan wewenang Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM)

2.     Dasar hukum Pengadilan HAM

3.     Mekanisme penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat :

a.      Tetap / permanen

b.     Ad-hoc

4.     Proses beracara pada pengadilan HAM

5.     Perlindungan korban

6.     Tatacara pemberian kompensasi, restitusi, dan rehabilitasi terhadap korban pelanggaran HAM yang berat (menurut Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2002)

7.     Aspek-aspek pemulihan efektif bagi para korban.

8.     Hak-hak korban

9.     Contoh-contoh kasus

10.

Hukum Acara Pengadilan Niaga

Pengajar:

Harry Ponto, SH., LLM.

1

1.     Tugas dan wewenang Pengadilan Niaga

2.     Dasar Hukum Pengadilan Niaga

3.     Mekanisme beracara di PengadilanNiaga

a.      Perkara kepailitan

b.     Perkara Hak Atas Kekayaan Intelektual

4.     Hal-hal khusus yang diperhatikan dalam penyelesaian perkara di Pengadilan Niaga

5.     Contoh-contoh kasus

III.     Materi Non Litigasi

1.

Perancangan dan Analisa Kontrak

 

Pengajar:

Prof. Hikmahanto Juwana, SH. LLM. PhD

2

1.     Pengertian, syarat, dan asas-asas kontrak bisnis

2.     Bentuk-bentuk kontrak bisnis

3.     Tahapan pembuatan kontrak

4.     Anatomi kontrak

5.     Klausula kontrak yang spesifik

6.     Penyelesaian permasalahan dalam kontrak

7.     Contoh-contoh dalam kontrak

2.

Pendapat hukum (legal opinion) dan Uji Kepatutan dari Segi Hukum (legal due diligence)

Pengajar:

Suria Nataadmadja, SH., LLM.

 

2

1.     Pengertian pendapat hukum dan uji kepatutan darisegi hukum

2.     Ruang lingkup pendapat hukum dan uji kepatutan dari segi hukum

3.     Prosedur dan mekanisme pembuatan pendapat hukum

4.     Prosedur dan mekanisme pelaksanaan uji kepatutan dari segi hukum (termasuk obyek yang diperiksa)

5.     Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan pendapat hukum dan pelajksanaan uji kepatutan dari segi hukum.

6.     Format dan contoh dari dokumen pendapat hukum dan dokumen uji kepatutan dari segi hukum.

3.

Organisasi Perusahaan, termasuk penggabungan (merger) dan pengambilalihan (acquisition)

Pengajar:

M. Kadri SH., MH

2

1.     Ruang lingkup aspek hukum korporasi

2.     Prosedur pendirian Perseroan Terbatas (PT), Persekutuan Firma (Fa), Persekutuan Comanditer (CV), Perusahaan Dagang (PD), koperasi, Yayasan, dan Perkumpulan

3.     Dokumen-dokumen dasar korporasi

a.      Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri

·       Akta pendirian

·       Surat keterangan domisili hukum

·       Surat pendaftaran pajak

·       Surat keterangan telah berbadan hukum dari Departemen Hukum dan HAM

·       Surat izin usaha

·       Tanda daftar perusahaan

b.     Perusahaan Penanaman Modal Asing

·       Letter of commitments

·       Memo Kesepakatan (memorandum of understanding)

·       Joint Venture Agreement

·       Akta pendirian

·       Letter of approval of location of land

·       Letter of approval for investment

·       Letter of ratification

·       Surat keterangan domisili hukum

·       Surat pendaftaran pajak

·       Surat izin usaha

·       Tanda daftar perusahaan

4.     Prosedur penunjukan penjabat korporasi dan tugas-tugas dan pertanggungjawabannya

5.     Pengertian penggabungan (merger) dan pengambilalihan (acquisition)

6.     Prosedur dan permasalahan dalam penggabungan (merger) dan pengambilalihan (acquisition)

7.     Contoh-contoh kasus

IV.      Materi Pendukung ( Keterampilan Hukum )

1.

Teknik Wawancara dengan Klien

Pengajar:

Tasman Goltom, SH, AAAIK

1

Pengertian wawancara

1.     Tujuan wawancara

2.     Tempat wawancara

3.     Hal-hal yang harus dipersiapkan untuk wawancara

4.     Struktur wawancara

a.      Pembukaan : menanyakan identitas klien

b.     Materi utama wawancara (pokok)

5.     Tehnik bertanya

6.     Tehnik mendengar

7.     Menanggapi pertanyaan dari klien

2.

Penelusuran Hukum dan Dokumentasi Hukum

Pengajar:

Prof. Wahyono Darmabrata, SH., MH.

1

1.     Hierarki perundang-undangan di Indonesia

2.     Tehnik dan metode penelusuran dokumen hukum

a.      Secara manual

b.     Melalui internet

3.     Tujuan penelusuran dokumen hukum

4.     Sumber-sumber hukum

5.     Rancangan dokumen hukum dalam rangka litigasi (surat kuasa, somasi, gugatan, eksepsi, replik, duplik, dokumentasi, bukti-bukti, kesimpulan, banding, kasasi, dan peninjauan kembali)

6.     Contoh-contoh kasus

3.

Argumentasi Hukum (legal reasoning).

Pengajar:

Prof. Erman Rajagukguk, SH.

2

1.     Pengertian dan hakikat argumentasi hukum

2.     Logika dan argumentasi hukum

a.      Kesalahpahaman terhadap peran logika

b.     Kesesatan (falacy)

c.      Kekhususan logika hukum

3.     Langkah-langkah masalah hukum

a.      Struktur argumentasi hukum : lapisan logika, dialektik, prosedur atau hukum acara

b.     Langkah-langkah analisa hukum :

1)     Pengumpulan data

2)     Klasifikasi dan identifikasi permasalahan

3)     Penemuan hukum

4)     Penerapan hukum

4.     Contoh-contoh kasus

 

 

Thu, 15 Mar 2012 @11:15


Write Comment

Name

E-mail (not published)

URL

Comment

Secret Code
Please enter the correct sum of these numbers 9+2+1

Copyright © 2013 Yayasan LEXinstitute · All Rights Reserved